Review Yamaha XSR155 | The Sport Heritage

Setelah sekian lama tidak menulis, rasanya saya ingin menulis kembali sekaligus ingin memberikan pengalaman yang saya dapatkan selama menggunakan motor Yamaha sport terbaru yaitu XSR155.

Pada tanggal 1 April 2020 saya memantapkan diri untuk memilih motor XSR155. Saya sempat kebingungan antara memilih Yamaha MT-15 atau XSR155. Bukan tanpa alasan saya memilih antara kedua motor ini. Alasan utamanya adalah kenyamanan sekaligus untuk menyalurkan hobi. Namun akhirnya saya memilih Yamaha XSR155 karena tampilannya yang memiliki aura classic.


PERFORMA

Meskipun memiliki tampilan yang classic, XSR155 dibekali dengan mesin yang powerful. Mesin yang digunakan sama dengan kakak-kakaknya yaitu Vixion-R, MT-15, dan R15 V3, 155cc SOHC + VVA berpendingin cairan (liquid cooled).

Kemampuan mesin ini sangat lebih dari cukup untuk digunakan harian di dalam kota maupun digunakan touring luar kota. Melibas jalanan menanjak pun sama sekali tidak ada hambatan. Melintasi tikungan pun sangat enak dan stabil. Dibawa blusukan ke perkampungan dengan jalanan yang rusak pun masih cukup enak. Namun untuk jalanan berlumpur masih harus tetap berhati-hati, karena meskipun ban yang digunakan sudah dual purpose tetap saja masih terasa licin.


RIDING POSITION

Salah satu keunggulan motor sport naked adalah posisi riding yang lebih nyaman. Dibawa di situasi kemacetan tidak akan terlalu cepat pegal jika dibandingkan dengan penggunaan stang jepit apa lagi stang jepit underyok. Terlebih koplingnya sangat empuk. Ya, dengan bantuan assist & slipper clutch motor ini lebih nyaman, lebih enteng dalam pengoprasian gear transmisi.

Meskipun stang yang digunakan cukup tinggi dan lebar, namun posisi aslinya agak menjorok kedepan, sehingga badan agak sedikit maju kedepan. Oleh karena itu posisi aslinya saya ubah dengan memundurkan sedikit kebelakang agar posisi duduk lebih nyaman.

Riding di dalam kota selama satu tahun ini sangat nyaman. Namun untuk digunakan perjalanan jauh atau touring, motor ini cukup pegal. Hal ini dikarenakan posisi footstep yang lebih condong kebelakang, sehingga posisi kaki sedikit menekuk seperti mengendarai motor sport fairing. Rasa pegal jika dibawa touring atau jalan jauh akan terasa di area kaki.


DESAIN DAN FITUR

Tampilan motor ini memang memiliki aura classic. Aura itu terletak pada desainnya yang membulat disetiap bagian motor yang membuat motor ini terkesan classic. Headlamp yang bulat besar dibagian haluan. Stoplam yang juga bulat dibagian buritan. Speedometer juga memiliki desain yang bulat. Bahkan area kaki-kaki seperti shock breaker upside down dan ban yang digunakan juga bulat 🤭.

Disini saya mengganti kaca sepion dengan model bulat agar lebih kental nuansa classic nya. Secara tampilan motor ini sangat terlihat ganteng, macho, kekar, tapi klasik. Sangat sesuai dengan julukan yang diberikan, yaitu sport heritage.

Asiknya lagi, walaupun konsepnya classic tetapi tetap menggunakan fitur kekinian yang modern. Selain fitur di area mesin yang sudah disebutkan diatas, fitur lain yang digunakan adalah speedometer yang sudah full digital. Lengkap dengan indikator bensin, konsumsi bensin secara real time, konsumsi bensin rata-rata, tachometer, trip 1, trip 2, semua lengkap. Headlamp dan stoplamp yang sudah LED, meskipun lampu sein masih bohlam (mungkin agar nuansa classic nya lebih kental). Hanya 1 fitur yang kurang dari motor ini, yaitu lampu hazard.

Desain jok yang digunakan juga menambah kesan classic dari motor ini. Namun kesan classic yang didapat tidak sebanding dengan tingkat kenyamanannya. Ya, jok motor ini terbilang sangat keras. Oleh karena itu, demi meningkatkan kenyamanan saya pun mengganti busa jok motor ini berikut dengan kulit jok nya. Seperti ini lah penampakannya setelah modifikasi:

KONSUMSI BBM

Secara tak terduga, konsumsi bahan bakar motor ini ternyata sangat irit! Untuk di dalam kota, selama 1 tahun ini didapat konsumsi rata-rata sebesar 48 km/l. Sedangkan untuk digunakan touring konsumsi rata-rata yang didapat sebesar 50 km/l.


KESIMPULAN

Secara keseluruhan saya merasa puas dengan motor XSR155. Mesin nya powerful, desain nya classic, fitur nya modern, bahkan konsumsi bbm nya sangat irit.

Hanya fitur hazard, jok, serta posisi kaki kurang rileks karena lebih condong mundur kebelakang yang perlu mendapat improvement. Namun sesuai dengan tagline Sport Heritage, XSR155 merupakan motor tangguh bernuansa sport classic yang modern serta irit bahan bakar. 👍👍👍



Sumber: Pengalaman Pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Indikator peringatan di motor Vixion menyala? (Bagian terakhir)

Indikator peringatan di motor Vixion menyala?

Indikator peringatan di motor Vixion menyala? (Bagian ke-2)